Inspirasi Guru Islamic Village

Guru Sejati Guru Yang Menginspirasi

Kisah Lukmanul Hakim dan Anaknya

oleh : Drs. Iyan Tsauri

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Q.S. Luqman: 13-14

Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari Luqman Hakim bersama anaknya hendak melaksanakan perjalanan jauh…bersama kendaraannya yaitu seekor keledai (himar), mereka berdua bersama kendaraanya menjadi bahan gunjingan dan bahan ejekan orang-orang yang berada di daerah (kampung/kota) yang mereka lalui, manakala anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, banyak orang berkata, ‘Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki.”
Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, “Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak-enakan menaiki himar itu, sungguh kurang ajar anak itu.”

Mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, “Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh menyiksa himar itu.”

Oleh kerana tidak suka mendengar perkataan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai.”

Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihatai anaknya tentang sikap manusia dan percakapan mereka, katanya, “Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam setiap perilakunya.”

Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, “Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.”

Kisah ini adalah kisah nyata,yang mana merupakan sebuah fanomena yang terjadi pada jaman dahulu kala (dalam masa kerasullan).Sehingga allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an surat Luqman.

Kesimpulan :

Dari alur kisah di atas kita dapat melihat dan menilai, bahwasannya proses kehidupan kita tak akan lepas dari adanya pandangan dan penilain dari orang-orang, yang tentunya berbeda-beda. Oleh karena itu, jelas buat kita hal tersebut merupakan sebuah proses kehidupan yang amat berharga walaupun terkadang berseberangan (dari adanya setiap pandangan orang-orang) dengan hati nurani dan prinsip kehidupan kita, namun yang penting buat kita hati nurani, prinsip hidup dan asa yang ada dalam hati ini biarkanlah berjalan selagi semua itu masih ada dalam jalur agama kita (tidak bertentangan). Karena jika kita hanya mendengar dan mengikuti setiap kata-kata dari setiap orang, terkadang jiwa dan hati kita ini ada pro dan kontra, bahkan terkadang kita merasa bingung, bahkan kecewa yang berlebihan, yang penting selagi kita ada dalam jalur yang benar mengapa tidak kita jalani, biarkanlah mereka berkata. Kita harus ingat kesempuraan bukan milik kita, keilmuaan yang tinggi di manusia tidaklah ada apa-apanya di pandangan yang Maha Kuasa, kita hanya manusia biasa yang hanya bisa berusaha dan berharap, Tuhan yang akan menentukan segalanya.

Keterangan:
Luqmanul Hakim nama lengkapnya Luqman bin ‘Unqa bin Sidran. atau Luqman bin Tsaran adalah orang Nubiyan dari penduduk Ailah. Luqman adalah seorang lelaki shaleh, ahli ibadah, pengetahuan dan hikmah yang luas. Ada yang mengatakan bahwa dia adalah seorang hakim pada zaman Daud as. Luqman adalah seorang budak Habasyah yang juga berprofesi sebagai tukang kayu.” Luqman adalah seorang hamba yang shaleh namun bukan seorang nabi.”

dari berbagai sumber.

Single Post Navigation

One thought on “Kisah Lukmanul Hakim dan Anaknya

  1. tambahin lagi cerita tentang islamnya:-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: