Inspirasi Guru Islamic Village

Guru Sejati Guru Yang Menginspirasi

Archive for the month “September, 2010”

Gak Dapat Kedudukan

Ada seorang Touris Asing ngelancong ke jakarta, tapi Touris ini agak kere alias pas pasan bekalnya di jakarta tapi dia memiliki kemampuan bahasa Indonesia walau belepotan.

Pada suatu hari dia naik Metromini dari Cililitan ke Grogol yang penuh sesak. Wal hasil dia berdiri selama naik Metromini itu.

Pada saat turun, langsung dia ngomong sama kodektur dengan menggunakan bahasa Indonesia yang belepota. ” I am, dari mulai KENAIKAN sampe dengan KETURUNAN tidak dapat KEDUDUKAN…!”

(he..he..he maksudnya ngerti kan…? selain ada nilai humoristik juga ada nilai politisnya)

Bicara Kepada Hati

By Imas Masitoh; Guru SD SSN Islamic Village
Pernahkah kau merenung saat melihat matahari di siang hari begitu terik menerangi bumi? Pernahkah kau berpikir saat berdiri di pinggir pantai menatapi gulungan ombak di laut yang deburannya terasa menggetarkan hati? Pernahkah terbersit dalam pikiranmu, mengapa itu semua terjadi? Apakah tujuan Allah dalam setiap fenomena alam yang ada?

Allah Maha Kuasa atas matahari yang diciptakanNya untuk membantu aktivitas manusia di bumi agar manusia dapat memanfaatkan segala potensi alam ciptaanNya. Allah Maha Mengetahui atas angin yang dibiarkanNya menggulung ombak dan membuat manusia dapat memanfaatkan segala potensi laut ciptaanNya Baca lebih lanjut…

Pendidikan Adalah Proses Memuliakan Manusia

Penulis:  Drs. Rosidin,  Guru Ciri Khas SMA Islamic Village Tangerang Banten

” Pendidikan adalah Proses Memanusiakan Manusia ” Pada dasarnya manusia memiliki Fitrah kemanusiaan yang cenderung kepada hal-hal yang baik dan serba ingin tahu, namun di sisi lain manusia terkadang menjadi beringas, tamak dan rakus melebihi nafsu hewani yang justru bisa merusak unsur unsur kemanusiaan yang ada dalam dirinya sendiri.
Lalu untuk memanusiakan manusia diperlukan usaha yang sungguh sungguh, sistematis dan terprograma, untuk mencapai usaha tersebut yaitu melalui proses pendidikan sebab pendidikan itu pada hakikatnya adalah pembentukan prilaku hidup yang menumbuhkan, memupuk dan membangun fitrah manusia sehingga ia sanggup menjadi manusia yang sebenarnya manusia yaitu minimal bisa hidup mandiri, wajar dan bermanfaat bagi manusia lain ” ANFA’UHUM LIN NAS” Baca lebih lanjut…

Harga Sebuah Kebenaran

Seperti biasanya, Nasrudin memberikan pengajaran di mimbar. “Kebenaran,” ujarnya “adalah sesuatu yang berharga. Bukan hanya secara spiritual, tetapi juga memiliki harga material.”

Seorang murid bertanya, “Tapi mengapa kita harus membayar untuk sebuah kebenaran ? Kadang-kadang mahal pula ?”

“Kalau engkau perhatikan,” sahut Nasrudin, “Harga sesuatu itu dipengaruhi juga oleh kelangkaannya. Makin langka sesuatu itu, makin mahallah ia.”

(sumber: http://media.isnet.org/sufi/Nasrudin/truth.html)

Teori Kebutuhan

Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai,

“Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, …”

Nasrudin menukas, “Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan.”

Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?”

Nasrudin menjawab seketika, “Tentu, saya memilih kekayaan.”

Hakim membalas sinis, “Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”

Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”

Hakim menjawab tegas, “Tentu, saya memilih kebijaksanaan.”

Dan Nasrudin menutup, “Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya.”

(sumber: http://media.isnet.org/sufi/Nasrudin/needs.html)

Post Navigation