Inspirasi Guru Islamic Village

Guru Sejati Guru Yang Menginspirasi

Antara KTSP dan Trilogi Islamic Village

By : Rosidin Drs, Guru SMA Islamic Village
Karawaci Tangerang Banten

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) merupakan suatu rancangn yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah daerah,karakteristik sekolah/daerah, social budaya masyarakat setempat dan karakteristik peserta didik. Kurang lebih demikian pengertian KTSP kalau merujuk pada buku KTSP yang disusun oleh Dr. E. Mulyasa, M.Pd. bias dilihat di halaman 8 pada paragraf 3 dari Bait pertama hingga 5. 

Adapun yang melatarbelakangi lahirnya KTSP disebabkan berbagai hal dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat diantaranya Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi Kompetensi Lulsan dan Permendiknas No. 22, dan 23. Kemudian kalau dilihat dari Draft yang menjadi acuan pemerintah pusat esensinya tidak terlalu banyak perbedaan yang mendasar dari Draft rumusan itu berakhir dan bermuara dalam Skenario Belajar Mengajar Guru serta Evaluasi hasil Pendidikan yang menjadi acuan di Sekolah.

Lahirnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) dilatar belakangi oleh berbagai alibi dan kebijakan dari mulai otonomi daerah, penyesuaian dengan budaya daerah sampai kepada ononomi sekolah, dengan kata lain kurikulum disusun berdasaran kebutuhan sekolah atau kebutuhan daerah. Oleh karena itu kurikulum bernama KTSP tidak lagi disentralisasi ke pemerintah pusat.

Menganalisa perkembangan yang ada mengenai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/ KTSP, setidaknya bagi para pengelola sekolah/praktisi pendidikan merasa ada celah untuk merumuskan rumusan kurikulum berdasarkan kebutuhan yang dianggap efectif dan inovatif dalam menjalankan alur pendidikannya di tingkat Sekolah sesuai dengan Visi misi sekolah masing masing sehingga bisa menghasilkan Strategi Belajar mengajar yang Jitu, dengan sebuah harapan dapat menghasikan mutu lulusan yang berkwalitas.

Dalam menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) khususnya bagi guru Islamic dan para praktisi pendidikan yang akan menyusun Skenareo pengajaran agar sesuai dengan Visi Misi Sekolah diantaranya :

1. Perlu adanya pemahaman yang mendalam tentang Visi Misi Sekolah/Yayasan itu sendiri sehingga Visi Misi Sekolah/Yayasan tersebut bisa dijabarkan dan diimflementasikan dalam Skenario Belajr Mengajar ( Rencana Program Pengajaran/RPP/ Satuan Pelajaran/ SATPEL )

2. Memahamkan kembali tentang TRI LOGI ISLAMIC adalah landasan berpijak yang jelas bagi para praktisi pendidikan di seluruh unit yang ada di bawah naungan Yayasan Islamic Village, mengapa hal ini saya ungkapkan kembali barang kali teman teman yang telah mengetahui Tri Logi Islamic yang menjadi Visi Misi Yayasan sudah mulai lupa atau bagi rekan rekan guru pendatang baru, mungkin belum tahu sama sekali

3. Perlu adanya keseriusan moral dalam menjalankan roda pendidikan ini sehingga mengajar tidak sekedar Transfer Ilmu pengetahuan semata akan tetapi perlu dilandasi Ruh Ilahiyah yang melekat dalam program pengajaran itu sendiri. Ruh Ilahiyah itu sudah kita kenal dengan istilah Syibghoh Islamic. Kalau sudah demikian pemahaman kita tentang KTSP adalah pembuka jalan untuk memasukan unsur unsur ruh Tri Logi Islamic ke dalam KTSP di tingkat dan unit masing masing. Insya Allah Pendidikan Islamic Village tetap akan exsis dengan Ruh Ilahiyahnya.

Oleh karena itu Dalam penyusunan KTSP khususnya di Lingkugan Sekolah Islamic Village baik yang ada di Bina Insan Mandiri, Islamic Karawaci maupun Islamic Citra Raya bukan suatu hal yang dianggap sulit sebab landasan berpijak secara global kita sudah memiliki Visi Misi yang jelas yaitu TRI LOGI ISLAMIC cukup untuk meng-Syibghoh KTSP yang ada di Sekolah kita apalagi kalau di setiap unit memiliki Visi Misi untuk menerjemahkan Visi Misi Yayasan yang mungkin masih dianggap umum bahkan akan lebih spesific lagi apabila kita jabarkan melalui Indikator indicator dalam Program pengajaran.

Kurikulum yang memiliki Ruh Ilahiyah dalam imflementasiya di setiap Bidang Study yang diajarkan, pasti akan selaras dengan apa yang menjadi Visi misi suci dalam Prinsif pendidikan dengan kata lain antara guru Umum dan Guru agama tidak ada lagi kesan dikotomi dalam pencapaian program pengajaran. Izinkan saya ; dalam hal ini untuk memberikan sedikit ilustrasi dalam sebuah contoh : Guru IPA dalam mengajarnya tidak sekedar Asyik dengan rumus rumus Kimia dan Fisikanya, Guru matematika tidak sekedar bangga dengan rumus rumus matematiknya atau guru agama hanya asyik dengan teori Ibadah Ritual dan Fadhilahnya saja, sementara sasaran yang hendak dicapai diakhir Proses Belajar Mengajar sedikitpun tidak ada korelasi antara yang diajarkan dengan apa yang menjadi Visi Misi Sekolah atau Yayasan itu sendiri

Esensi Tri Logi Islamic adalah misi suci dalam mengembangkan pendidikan Islam khususnya, lebih dari seper empat abad lebih Abah Yunan Helmy Nasution menggulirkan Ide Brilian ini hingga kini dan sampai kapanpun akan tetap relevan. mengapa ide Abah ini masih tetap relevan dan uf to date karena pijakan awalnya adalah merupakan panggilan dari nurani Abah yang paling dalam juga tidak terlepas dari guratan Ilahi baik yang tersirat maupun yang tersurat dalam Al Qur’an. Lalu setelah Abah tiada kita harus mengambil sikap dan menyikapinya bahwa Cita cita Abah harus menjadi Cita cita kita bersama.

Selanjutnya di akhir tulisan ini penulis ingin sedilit menyampaikan pesan bahwa pendidikan adalah proses Educatif yang sangat mulia jangan sampai rusak niat suci kita karena suatu kesejahtraan yang menurut hemat kita tidak sesuai, jangan kotori Visi misi suci ini dengan Matrealisme Oriented sehingga hati dan pikiran kita sibuk dengan hal yang bersifat duniawi sementara tugas suci kita dalam memanusiakan manusia berdasarkan skenario Allah terbaikan. Semoga sajian dari tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca akan lebih bersyukur dan terimaksih yang tiada terhingga apabila tulisan ini setelah dibaca dan direnungkan dapat direalisasikan serta di imflementasikan dalam aktivitas kita sehari hari khususnya dalam menjalankan tugas di Islamic ini. [bgiv)

Single Post Navigation

4 thoughts on “Antara KTSP dan Trilogi Islamic Village

  1. Iyan Tsauri on said:

    Perubahan kebijakan pendidikan khususnya penataan kurikulum harus diakui sebagai rangkaian gerbong program yang gagal meningkatkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan moral bangsa. hal itu dapat dibuktikan dengan semakin terpuruknya kehidupan bangsa sejak pertengahan era orde baru. seingat saya perubahan kebijakan kurikulum dulunya selalu ditunggangi oleh kepentingan politik kekuasaan, dan sekarang juga tidak jauh berbeda, bahkan pihak-pijak yang mengaku berkepentingan makin banyak dengan tujuan masing-masing. Dari mulai kurikulum 1984, 1994, suplemen 1999, 2004 (KBK), dan KTSP telah cukup membuat masyarakat dan pelaksana pendidikan menjadi semakin bingung. semua itu karena kurikulum yang dikembangkan semakin tidak jelas target dan tujuannya. KTSP mirip dengan kurikulum katak dalam tempurung. hanya melihat kondisi yang ada, tidak melihat dunia luar dan tidak mengajarkan budaya belajar dan bekerja keras, sami sareng pendidikan excuse.

  2. Ada benarnya komen yang Pak Iyan sampaikan, melihat berbagai kebijakan yang digulirkan pemerintah terhadap pendidikan awalnya saya pun menganggapnya bukan sekedar katak dalam tempurung tapi lebih dari seekor kelinci percobaan, karena ganti menteri juga ganti kebijakan, bagaimana kalo ganti lebel sekolah dari SSN ke RSBI, dari RSBI ke SBI apa itu juga bagian dari perubahan kebijakan…? atau untuk mengejar market atau untuk… hemmmm, mencairkan…..gak sangguk saya menyebutkannya, akan tetapi melihat berbagai kebijakan itu bagaimana kalau paradigma berpikir kita, kita rubah bahwa memandang semua kebijakan itu adalah merupakan jalan untuk menuju suatu perubahan yang lebih baik.

  3. trik, kebijakan, rekayasa akan selalu kita temui. fokus kita jangan sampai berubah pada hal-hal yang sepele itu. makanya akan lebih baik kalau kita memahami tujuan pendidikan terutama dikaitkan dengan keyakinan (agama Islam) kita. Insyaallah kita tidak akan terombang-ambing oleh kebijakan yang tidak bijak itu. Pendidikan “ala Islam tidak akan merugikan, tidak akan menyesatkan, dan tidak akan membuat kehilangan harga diri. sedih ….. rasanya pola pendidikan dan kebijakan pejabat negara bidang pendidikan bangsa ini seperti tidak menemukan solusi yang berarti sekalipun dana sudah dikucurkan berlipat ganda. kualitas pendidikan tetap rendah dan moral generasi peserta didikpun semakinhancur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: