Inspirasi Guru Islamic Village

Guru Sejati Guru Yang Menginspirasi

Model Pembelajaran Siswa Kita ???

Ditulis oleh BabehNurman, Kaur Kesiswaan SMP Islamic Village

Adakah sekolah yang tidak membebani para siswanya? Yang membuat anak jadi riang tatkala belajar. Adakah sekolah yang membuat mereka merasa senang dan kerasan berlama-lama tinggal di sekolahnya? Adakah sekolah yang membedah masalah anak sejak dini? Bagaimana pertumbuhan mereka saat dewasa kelak?

Apa yang akan terjadi pada diri mereka nanti apabila sejak dini mereka tidak dibantu untuk memahami permasalahannya sendiri ? Rasanya tidak mudah menemukan model sekolah seperti diatas.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dengan problem-problem anak. Pengetahuan dan kecakapan apa yang relevan dan harus dimiliki agar siswa sukses mengarungi kehidupannya kelak? Namun kenyataannya materi pelajaran saat ini sebagian besar bersumber dari disiplin ilmu murni. Semestinya semua pelajaran harus mengacu pada kompetensi yang akan diberikan kepada anak didik. Tidak jarang saya temui para guru saat awal mulai pengajaran di kelas, mereka berkata: “Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang aljabar. Dengarkan baik-baik saat Ibu mengajar”
Padahal yang lebih baik adalah “Anak-anak, hari ini kita akan belajar bagaimana bisa mengukur dengan tepat luas dan keliling bangunan sekolah kita dengan menggunakan ilmu aljabar.”

Jadi sebenarnya mata pelajaran hanyalah alat pendukung dalam mengembangkan potensi anak didik. Misal bahasa Indonesia, kompetensinya: mencari informasi di media cetak dan berani mengungkapkan pendapatnya tentang apa yang dia baca. Apakah ketrampilan berbicara, mengemukakan pendapat memang diajarkan secara cukup? Bagaimana metode yg digunakan agar anak berani mengemukakan pendapat.

Apa efek dari menyerap pelajaran dari ilmu murni, membuat anak jadi pandai hanya dalam tataran ilmu pengetahuan, terutama hafalan saja. Runyamnya, orang tua bangga jika anaknya mempunyai nilai tinggi. Agar anaknya punya nilai bagus, para wali murid mendorong anaknya agar mendapat rangking teratas di sekolah. Kita mudah lupa bahwa nilai tinggi di ijazah baru dari aspek akademik atau kognitif saja. Bahwa keberhasilan sekolah sesungguhnya bukan disitu, melainkan apakah output sekolah itu bisa sukses ketika terjun di masyarakat . Sering dijumpai prestasi seorang siswa disekolah sering kali tidak sejajar dengan prestasinya di masyarakat.

Banyak terjadi anak yang dulunya bintang sekolah, ternyata tidak bisa menjadi bintang dalam kehidupan nyata. Sebaliknya, tidak sedikit anak yang saat di sekolah disebut-sebut sebagai anak bandel, otaknya pas-pasan, ternyata kemudian menjadi pengusaha yang sukses atau karir pekerjaannya melejit cemerlang. Contoh: anak bandel, suka kegiatan ekstra aja, sedikit bonek, bukanlah profil yang diagungkan di sekolah yang hanya menuntut kepandaian akademik. Mereka menjadi anak yang bermasalah dan kerena itu menjadi tersisihkan. Padahal “kebandelan”, keberanian mengambil resiko (mbolos), keuletan, pantang menyerah, sering merayu teman (ketrampilan berkomunikasi) adalah sejumlah ketrampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan nyata. Ketrampilan tersebut tidak bisa tumbuh alami, kalau tidak diaktifkan.

Jiwa entrepreneurship
Pernahkah mengajari anak untuk memiliki mental pantang menyerah, bangkit dari penolakan? Yang perlu diajarkan misalnya bagaimana agar anak tidak malu praktek berjualan menawarkan hasil karyanya di sekitar lingkungan sekolah. Bagaimana cara menawarkan dengan menarik, anak tidak frustasi kalau dagangannya tidak laku, dan anak tidak marah jika dagangannya dicela orang.

Single Post Navigation

2 thoughts on “Model Pembelajaran Siswa Kita ???

  1. Tugas besar kita sebagai guru, selain mendidik anak kita dengan baik, yang tak kalah pentingnya juga adalah mendesain atau “mengorkestrasi” lingkungan belajar agar kegiatan mendidik itu menjadi kegiatan yang efektif dan menyenangkan. Bagaimana caranya? Silahkan teman-teman sharing pendapat deh. (sementara aku mau ke tetangga sebelah barat dulu, mau tanya kiat ampuh apa yang mereka pake sehingga membuat anak-anak tahan main seharian di mal he he he… )

  2. abu hamzah on said:

    Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan???, sepertinya mimpi akan terwujud bila hanya menjadi semangat segelintir pimpinan sekolah saja. ini harus menjadi kerja yang komprehensip. Semakin tinggi jabatan di sekolah-yayasan, semakin besar peran yang dapat dia mainkan untuk menciptakannya.

    Sering saya bilang dalam berbagai kesempatan, kita tidak mungkin membagi SESUATU kepada orang lain kalau kita tidak punya lebih SESUATU tersebut. Demikian juga dengan kemampuan memberikan tempat yang menyenangkan. Tidak mungkin atau setidaknya sulit kita ciptakan suasana yang menyenangkan tersebut kalau kita sendiri tidak cukup lebih punya perasaan yang menyenangkan di terpat tesebut.

    Pertanyaannya, apakah kita sudah senang berada di sekolah ini.

    Jadi jelasnya, senangkan dulu anda di tempat ini, insya Allah anda mudah menciptakan suasana senang untuk anak murid anda, meskipun tidak perlu dengan gedung yang mewah dan megah.. wallahua’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: