Inspirasi Guru Islamic Village

Guru Sejati Guru Yang Menginspirasi

DO’A ANTI TAWURAN – Mengingatkan Kita Pada Tujuan Utama Pendidikan

Maraknya tawuran di kalangan pelajar, harusnya memaksa semua pihak, untuk mencari cara untuk menghentikannya. Dengan segala cara. Pemerintah? Benahilah sistem pendidikan. Sekolah? Lebih fokuslah pada pendidikan karakter siswa. Masyarakat? Bantulah menyiapkan lingkungan yang baik. Orang tua? Jadilah guru dan teladan utama bagi anak-anaknya.

Lalu, bagaimana dengan para siswa? Mulailah belajar menghargai seperak dua perak yang dibayarkan orang tuamu ke lembaga pendidikan. Dan, jangan lupa banyak berdoa dengan do’a di bawah ini :

ALLAAHUMMA AGHNINANII BIL ‘ILMI, WA ZAYYINNII BIL HILMI, WA AKRIMNII BIT-TAQWAA. WAJAMMILNII BIL ‘AAFIYATI

Ya Allah, kayakan aku dengan ILMU. Hiasi aku dengan KETENANGAN JIWA. Muliakan aku dengan KETAKWAAN. Dan perindah hidupku dengan KESEHATAN.

Kenapa do’a di atas saya anjurkan banyak di baca siswa? Karena doa tersebut mengajak kita untuk fokus mengembangkan empat potensi kecerdasan utama yang kita miliki. Keempat kecerdasan tersebut adalah Cerdas Akal (‘ILM), Cerdas Emosi (HILM), Cerdas Spiritual (TAQWA), dan Cerdas Fisik (AFIYAT).

Di antara keempat kecerdasan di atas, kecerdasan Spiritual merupan “jangkar’-nya. Rohani, jiwa dan spiritualitas yang tumbuh dengan baik akan mendorong dan mengakselerasi tiga kecerdasan yang lain. Ia akan meningkatkan kecerdasan akal, menyuburkan kecerdasan emosi dan menyehatkan secara fisik. Banyak penelitian ilmiah membuktikan hal tersebut.

Lalu apa itu kecerdasan spiritual yang dalam do’a di atas diwakili dengan kata takwa tersebut?  Oleh para pakar, kecerdasan spiritual atau cerdas rohani itu didefinisikan sebagai,

  1. Kemampuan untuk percaya dan merasakan kehadiran Tuhan yang Maha Agung (the capacity to transcend the physical and material)

  2. Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran ruhaniyah yang memuncak(the ability to experience heigtened states of consciousness).

  3. Kemampuan untuk “menganggap suci/sakral”kegiatan dan pengalaman hidup sehari-hari (the ability to sanctify everyday experience).

  4. Kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber atau rujukan keagamaan untuk menyelesaikan setiap permasalahan (the ability to utilize spiritual resources to solve problem).

  5. Kemampuan untuk beramal saleh atau berbuat baik (ability to do goodness)

Andaikan semua lembaga pendidikan lebih aware dengan 5 kompetensi kecerdasan spiritual di atas, banyak masalah yang menjadi duri di dunia pendidikan kita bisa kita selesaikan. Sayangnya, fakta yang terpampang di depan mata menunjukkan ketidakpedulian kita pada ruh pendidikan ini. Pelajaran agama hanya dua jam seminggu. Materi kurikulumnya pun berkutat pada doktrin dan sekadar menjejali siswa dengan segudang informasi. Bukan mendidik mereka menjadi saleh. Begitu juga fasilitas ibadah nyaris tidak ada di lingkungan sekolah. Program ROHIS malah dicurigai sebagai sarang teroris.

Dengan kondisi seperti itu, anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang “kebun spiritual”-nya gelap tertutup alang-alang dan rumput liar. Tidak ada mata air jernih di sana. Tidak bunga-bunga yang semerbak mengharumkan. Tidak ada buah yang ranum. Yang ada hanya sampah yang berbau busuk. Perilaku-perilaku menyimpang dan amoral para pelajar kita adalah sampah busuk buah dari sistem pendidikan yang mengabaikan kecerdasan spiritual ini.

Tidak ada jalan lain kecuali BACK TO BASIC! Sistem pendidikan kita harus lebih concern  mengembangkan kecerdasan spiritualitas siswa sebagai landasan kuat untuk meningkatkan kecerdasan akal, kecerdasan emosi, dan kecerdasan fisik mereka.

Ya Allah, kayakan anak-anak kami dengan ilmu. Hiasi diri mereka dengan ketenangan jiwa. Muliakan mereka dengan ketakwaan. Dan perindah hidup mereka dengan kesehatan. Amin

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: