Inspirasi Guru Islamic Village

Guru Sejati Guru Yang Menginspirasi

Doa Nabi Ibrahim, Landasan Pendidikan Kita !

By H. Saifuddin, Kasie Ciri Khas TK-SD Islamic Village

“Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur. (Q.s. Ibrahim [14]: 37)

Doa di atas dikumandangkan Nabi Ibrahim sepanjang perjalanan pulang ke Palestina, setelah mengasingkan dan meninggalkan isteri dan anaknya yang masih berumur 2 tahun, di sebuah tempat yang sama sekali tidak ia kenal. Di sebuah lembah bernama Bakkah, lebih dari 1200 kilometer sebelah selatan Palestina. Dan boleh jadi doa ini pun beliau kumandangkan selama berpisah dengan keduanya.  (Nabi Ibrahim pertama kali mengunjungi keduanya konon setelah Ismail berusia 14 tahun-an. Saat dimana Allah memerintahkannya untuk mengorbankan putra yang dikasihinya).

Do’a ini pastinya didengar Allah, dan Allah membimbing Hajar untuk mewujudkan doa tersebut. Ismail tumbuh besar di tangan Hajar. Seorang ibu yang ketaatannya kepada Allah begitu luar biasa. Seorang budak dari Sarah (isteri pertama Nabi Ibrahim), yang ketabahan dan ketegarannya luar biasa. Seorang wanita yang memiliki semangat hidup dan cinta yang begitu besar.

Ntah model pendidikan seperti apa yang diterapkan oleh Hajar terhadap Ismail, sehingga kelak Ismail menjadi anak yang begitu taat kepada Allah, hormat kepada orang tua, dan berperangai halus. Sehingga ketika ayahnya datang. setelah dua belas tahun meninggalkan ia dan ibunya di lembah, ia tetap menghormati dan memuliakannya. Begitu juga ketika ayahnya berkata bahwa dalam mimpinya ia diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya, maka Ismail pun dengan gagah berani menyambut perintah tersebut. Luar biasa !!!

Dalam do’a di atas, ada pelajaran penting yang harus kita ambil. Agar anaknya menjadi anak yang sholeh, Nabi Ibrahim melakukan dua hal. Pertama, ia menempatkan putranya di dekat rumah Allah yang suci. Kedua, dengan demikian ia berharap anaknya kelak bisa mendirikan shalatmencintai dan dicintai sesama, serta dijamin kecukupan rezekinya oleh Allah.

Terang benderang sekali Allah ingin menjarkan kepada kita bahwa :

  1. Pendidikan yang baik membutuhkan lingkunganyang baik, dan lingkungan yang baik bukan hanya lengkap fasilitas pembelajarannya, tetapi yang lebih penting harus kental dengan nuansa dan nilai-nilai spiritual. Dalam doa ditegaskan dengan kalimat “dekat rumah-Mu yang disucikan”.

  2. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang kurikulumnya juga juga baik. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mampu mengembangkan semua potensi dan kecerdasan insani, baik kecerdasan spiritual (liyuqiimush-sholah), kecerdasan emosional (faj’al af’idatan minannasi tahwii ilaihim), dan kecerdasan akal dan skil untuk membangun kehidupan yang baik (warzuqhum minats-tsamaraat).

  3. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menyaratkan adanya guru-guru yangluar biasa. Guru-guru yang tidak hanya profesional di bidangnya, tapi seperti Hajar, guru yang memiliki cinta, spirit mulia, pikiran positif, kreativitas dan kesabaran yang tiada batas,  Dan yang lebih utama, ia menyadari bahwa apa yang dilakukannya adalah panggilan dari Allah, dan semua ikhtiarnya adalah untuk memenuhi kehendak-Nya.

Pendidikan yang dibangun di atas landasan do’a Nabi Ibrahim ini, pastilah pendidikan yang benar. Pendidikan yang akan melahirkan generasi-generasi berkarakter profetis, seperti karakter mulia Nabi Ismail. Generasi yang akan mewarisi dan melanjutkan misi dan tugas-tugas kenabian di masa kini dan masa yang akan datang.

Wal-Laau a’lam.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: