Inspirasi Guru Islamic Village

Guru Sejati Guru Yang Menginspirasi

Arafah dan Persatuan Umat

By Rudi Hadyanto, Guru SMA Islamic Village

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril-haram Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat (QS.Al-Baqarah: 198).

Wukuf di padang Arafah bagi jamaah haji merupakan inti dari prosesi ibadah haji. Tanpa wukuf di Arafah, maka haji seseorang dianggap tidak sah. Rasulullah saw bersabda, “Haji adalah Arafah”, maksudnya adalah inti ibadah haji ada pada wukuf di Arafah. Para ulama berbeda pendapat tentang sebab tempat ini dinamakan Arafah. Sebagian mengatakan bahwa nama Arafah diambil dari ‘Arafa—Ya’rifu yang artinya mengenal. Hal ini disebabkan karena saat nabi Adam as dan Hawa dikeluarkan dari surga, mereka saling mencari. Nabi Adam as berjalan dari India mencari Siti Hawa, sedangkan Siti Hawa berjalan mencari suaminya dari daerah Jeddah. (Kata “Jeddah” berasal dari kata “Jaddah” yang berarti nenek moyang). Akhirnya mereka saling bertemu di padang Arafah, Adam as bertanya pada Siti Hawa, “Hal ‘aroftini?”, (apakah engkau mengenal aku?). Demikian juga Siti Hawa bertanya pada Adam as, “Hal ‘aroftani?” (apakah engkau mengenal aku?) Sebagian ulama ada pula yang berpendapat, bahwa kata Arafah berasal dari kata ‘i’tiraf” yang artinya “pengakuan”. Dinamakan demikian, karena jamaah haji saat berwukuf di padang Arafah, mengaku segala kesalahan dan dosanya selama ini. Mereka menangis mengadukan segala kesalahannya kepada Allah swt.

Baca lebih lanjut…

Yu Timah dan Kambing Qurbannya

Sahabat, sebentar lagi Idul Adha. Disebut juga Idul Qurban atau Hari Raya Qurban. Menyambut Idul Akbar ini, saya ingin tuturkan sebuah kisah yang sangat inspiratif yang saya kutip dari tulisan Pak Ahmad Tohari di kolom Resonansi Republika yang saya baca dan saya arsipkan beberapa tahun lalu. Selamat terinspirasi !

Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri. Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.

Baca lebih lanjut…

3 Orang Guru

Tatkala seorang guru sufi besar Hasan, mendekati akhir masa hidupnya, seseorang bertanya kepadanya, “Hasan, siapakah gurumu?” Dia menjawab, “Aku memiliki ribuan guru. Menyebut nama mereka satu-persatu akan memakan waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun dan sudah tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya. Tetapi ada tiga orang guru yang akan aku ceritakan kepadamu. Pertama adalah seorang pencuri. Suatu saat aku tersesat di gurun pasir, dan ketika aku tiba di suatu desa, karena larut malam maka semua tempat telah tutup. Tetapi akhirnya aku menemukan seorang pemuda yang sedang melubangi dinding pada sebuah rumah. Aku bertanya kepadanya dimana aku bisa menginap dan dia berkata “Adalah sulit untuk mencarinya pada larut malam seperti ini, tetapi engkau bisa menginap bersamaku, jika engkau bisa menginap bersama seorang pencuri.”

Baca lebih lanjut…

Mawaddah Fil-Qurba; Karena Hidup Harus Ada Jeda

Bayangkan membaca sebuah tulisan tanpa titik dan koma. Disamping melelahkan mata, juga membuat makna setiap kalimat menjadi tidak jelas. Begitu pula hidup. Tanpa jeda atau istirah barang sesaat, tentu akan sangat melelahkan, dan tentu saja membosankan

Untuk itulah acara Mawaddah Fil-Qurba digelar oleh Pendidikan Dasar dan Menengah Islamic Village. Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 September 2012. Bertempat di Komplek Sekolah Islamic Village Tangerang,lebih kurang 400 personil Sekolah Islamic Village dan Sekolah Citra Islami tumpah ruah mengikuti acara yang dikemas fun, fresh ‘n familiar. Acara dimulai dengan  senam bersama, kemudian dilanjutkan jalan santai, dan panggung gembira. Tidak lupa juga bagi-bagi doorprize.

Dalam acara tersebut, dipancangkan juga tekad bersama untuk menjadikan Sekolah Islamic Village dan Sekolah Citra Islami menjadi Sekolah Unggulan Nasional (National School of Excellence.

Acara ini direncanakan akan diadakan dua kali dalam satu tahun. Pada Mawaddah kedua, insya Allah acara akan berlangsung lebih seru dan meriah lagi.

DO’A ANTI TAWURAN – Mengingatkan Kita Pada Tujuan Utama Pendidikan

Maraknya tawuran di kalangan pelajar, harusnya memaksa semua pihak, untuk mencari cara untuk menghentikannya. Dengan segala cara. Pemerintah? Benahilah sistem pendidikan. Sekolah? Lebih fokuslah pada pendidikan karakter siswa. Masyarakat? Bantulah menyiapkan lingkungan yang baik. Orang tua? Jadilah guru dan teladan utama bagi anak-anaknya.

Lalu, bagaimana dengan para siswa? Mulailah belajar menghargai seperak dua perak yang dibayarkan orang tuamu ke lembaga pendidikan. Dan, jangan lupa banyak berdoa dengan do’a di bawah ini :

ALLAAHUMMA AGHNINANII BIL ‘ILMI, WA ZAYYINNII BIL HILMI, WA AKRIMNII BIT-TAQWAA. WAJAMMILNII BIL ‘AAFIYATI

Ya Allah, kayakan aku dengan ILMU. Hiasi aku dengan KETENANGAN JIWA. Muliakan aku dengan KETAKWAAN. Dan perindah hidupku dengan KESEHATAN.

Baca lebih lanjut…

Post Navigation